CEO Bugatti dari Dulu Sampai Sekarang: Kisah Orang-orang di Balik Mobil Termahal Dunia

Bugatti
Bugatti

Siapa saja CEO Bugatti dari Ettore Bugatti hingga Mate Rimac sekarang? Artikel ini ceritakan perjalanan lengkap Bugatti, perubahan kepemimpinan, dan bagaimana merek ini tetap jadi simbol kemewahan dunia otomotif.

Kalau lo pernah lihat Bugatti Chiron atau Veyron melesat di jalan, pasti langsung mikir: “Ini mobilnya orang gila kaya.” Tapi di balik mesin W16 quad-turbo 1500+ hp itu, ada orang-orang yang bikin mimpi gila ini jadi nyata. Dari pendiri yang bikin pabrik kecil di Molsheim sampai CEO modern yang harus ngurus merek super mewah di tengah era listrik, Bugatti punya cerita CEO yang panjang dan penuh drama.

Gue coba ceritain dari awal sampai sekarang dengan bahasa yang mudah dicerna, kayak lagi ngobrol sambil liat foto-foto mobil tua.

1. Ettore Bugatti (1909 – 1947) – Pendiri & Jiwa Asli Bugatti

Semuanya dimulai dari satu orang: Ettore Bugatti. Lahir tahun 1881 di Milan, Italia, tapi besar di keluarga seniman Jerman-Prancis. Dia bukan cuma insinyur, tapi juga seniman yang bikin mobil kayak karya lukisan.

Tahun 1909 dia bikin perusahaan sendiri di Molsheim, Alsace (waktu itu masih bagian Jerman). Mobil pertamanya Type 10 cuma prototipe kecil, tapi langsung keliatan beda: ringan, cepat, dan desainnya cantik banget. Ettore nggak cuma mau mobil cepat, dia mau mobil yang “indah” — body melengkung, radiator kuda kuda, logo EB yang ikonik.

Era emasnya di 1920–1930-an: Type 35, Type 41 Royale, Type 57 Atlantic. Mobil-mobil ini menang balap, dipake bangsawan, dan jadi simbol kemewahan. Tapi bisnisnya naik-turun karena Depresi Besar dan Perang Dunia II. Ettore meninggal tahun 1947 karena sakit, pabriknya hancur pas perang, dan Bugatti resmi tutup.

2. Masa Mati Sementara (1947–1987)

Setelah Ettore wafat, Bugatti mati suri hampir 40 tahun. Ada beberapa percobaan bangkit lagi:

  • Romano Artioli (1987–1995): Orang Italia ini beli nama Bugatti tahun 1987. Dia bikin Bugatti EB110 (mobil pertama pakai nama Bugatti setelah perang). EB110 super canggih: quad-turbo V12, all-wheel drive, kecepatan 350+ km/jam. Tapi bisnisnya bangkrut tahun 1995 karena krisis ekonomi.

3. Volkswagen Group Ambil Alih (1998 – Sekarang)

Tahun 1998, Volkswagen Group beli nama Bugatti. Ini momen besar: Bugatti balik sebagai merek hypercar paling mewah di dunia.

Bernd Pischetsrieder (1998–2002) CEO VW waktu itu yang bikin keputusan ambil Bugatti. Dia orang yang kasih lampu hijau buat proyek Veyron.

Karl-Heinz Kalbfell (2002–2004) CEO Bugatti pertama pas era VW. Dia yang mulai proyek Veyron, tapi belum sampai rilis.

Franz-Josef Paefgen (2004–2011) Orang ini yang bener-bener bikin Veyron jadi nyata. Dia CEO Bugatti pas Veyron 16.4 rilis 2005 dan langsung pecah rekor dunia (407 km/jam). Paefgen juga yang ngawasin Veyron Super Sport (431 km/jam, 2010). Dia pensiun tahun 2011.

Wolfgang Dürheimer (2011–2018) Era ini Bugatti mulai bikin Chiron (2016). Dürheimer orang yang nge-push desain Chiron jadi lebih agresif dan cepat (490 km/jam Chiron Super Sport 300+). Dia juga mulai proyek hypercar baru seperti Divo dan Centodieci.

Stephan Winkelmann (2018–2022) Winkelmann dateng dari Lamborghini. Dia yang bikin Bugatti masuk era listrik-hybrid: Chiron Pur Sport, Chiron Super Sport, dan mulai proyek Bolide (track-only). Dia juga yang deal sama Rimac buat merger.

Mate Rimac (2021–sekarang) Mate Rimac, anak muda Kroasia pendiri Rimac Automobili, resmi jadi CEO Bugatti-Rimac (perusahaan gabungan Bugatti + Rimac) sejak 2021. Dia yang bikin Bugatti masuk era baru: hybrid + listrik. Bugatti Tourbillon (2024) adalah mobil pertama di bawah kepemimpinannya – V8 hybrid + 4 motor listrik, total 1800 hp, nggak lagi pakai W16.

Mate Rimac ini orangnya muda (lahir 1988), tapi visinya gila: bikin Bugatti tetap jadi hypercar termahal sambil ikut tren listrik. Dia juga CEO Rimac Group yang punya Porsche, Hyundai, Kia sebagai investor. Jadi Bugatti sekarang nggak lagi murni VW Group, tapi bagian Rimac Group.

Kenapa CEO Bugatti Selalu “Gila”?

  • Ettore Bugatti: seniman + insinyur, bikin mobil kayak karya seni.
  • Artioli: pengusaha berani, berani bangkitin merek mati.
  • Paefgen & Dürheimer: insinyur Jerman yang fokus teknis & rekor kecepatan.
  • Winkelmann: orang Lamborghini, bawa vibe “ekstrem & mewah”.
  • Mate Rimac: anak muda visioner yang paham listrik + hypercar masa depan.

Penutup

Bugatti bukan cuma merek mobil. Dia cerita tentang orang-orang yang punya mimpi gila: bikin mobil tercepat, termahal, dan tercantik di dunia. Dari Ettore Bugatti yang bikin Type 41 Royale buat raja-raja, sampai Mate Rimac yang bikin Tourbillon hybrid 1800 hp — semuanya punya satu kesamaan: mereka nggak takut ambil risiko demi sesuatu yang “nggak masuk akal”.

Kalau lo fans Bugatti, lo pasti tahu: mobil ini bukan cuma kendaraan. Dia simbol ambisi manusia yang nggak pernah puas. Dan selama ada orang kayak mereka, Bugatti nggak akan pernah mati.

Kamu tim Bugatti era mana? Veyron, Chiron, atau udah nunggu Tourbillon? Share dong di kolom komentar. Dan kalau lo punya cerita “gue pernah liat Bugatti beneran di jalan”, ceritain juga ya!

Tetap semangat ngejar mimpi, bro. Siapa tahu suatu hari lo juga bisa punya Bugatti… atau setidaknya bikin sesuatu yang gila di hidup lo sendiri. 🏎️🔥

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *